Senin, 03 Oktober 2016

Materi Ekonomi

Pengertian Sistem Ekonomi, Fungsi, Macam-Macam & Ciri-Cirinya

Pengertian Sistem Ekonomi, Fungsi, Macam-Macam & Ciri-Cirinya| Hai bro & sis, kali ini mengenai sistem ekonomi yang dapat dikatakan akan dibahas secara menyeluruh. Pertama-tama kita mulai dengan Pengertian Sistem Ekonomi. Secara umum, Pengertian sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi seluruh kegiatan perekonomian dalam masyarakat yang dilakukan pemerintah atau swasta berlandaskan prinsip tertentu dalam rangka meraih kemakmuran atau kesejahteraan.

A. Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Pendapat Para Ahli - Terdapat pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian sistem ekonomi yaitu sebagai berikut...
Gilarso (1992: 486) : Menurut pendapat Gilarso, pengertian sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para produse, konsumen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.
Gregory Grossman dan M. Manu : Menurut Gregory Grossman dan M. Manu, pengertian sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi.
McEachern : Pengertian sistem ekonomi menurut McEachern adalah seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana , dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).
Chestesr A Bermand : Menurut Chester A Bermand, pengertian sistem ekonomi adalah suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki ciri dan batas tersendiri.  
Dumatry (1996) : Pengertian sistem ekonomi menurut Dumatry adalah suatu sistem yang mengatur dan terjalin hubungan ekonomi antar sesama manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan.
B. Fungsi Sistem Ekonomi - Sistem ekonomi memiliki banyak kegunaan yang fungsi sangat vital bagi perekonomian suatu negara di seluruh dunia ini.  Fungsi sistem ekonomi adalah sebagai berikut...
Sebagai penyedia dorongan untuk berproduksi.
Berfungsi dalam mengkoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian.
Sebagai pengatur dalam pembagian hasil produksi di seluruh anggota masyarakat agar dapat terlaksana seperti yang diharapkan
Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik.
C. Macam-Macam Sistem Ekonomi - Terdapat berbagai macam sistem ekonomi yang dianut di berbagai negara di dunia ini antara lain sebagai berikut...
1. Sistem Ekonomi Tradisional : Sistem ekonomi tradisional ialah suatu sistem ekonomi dalam organisasi kehidupan ekonomi berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun yang mengandalkan faktor produksi apa adanya.

a. Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional
Belum terdapat pembagian kerja yang jelas.
Bergantung pada sektor pertanian/agraris.
Memiliki ikatan tradisi sifatnya kekeluargaan, sehingga bersifat kurang dinamis.
Teknologi produksi sederhana.
b. Kebaikan sistem ekonomi tradisonal
Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.
c. Keburukan sistem ekonomi tradisional
Masyarakat dengan pola pikir statis
Hasil produksi yang terbatas sebab hanya menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya.
2. Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis) : Sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memiliki kekuasaan yang dominan pada pengaturan kegiatan ekonomi. Penguasaan dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut sistem ekonomi terpusat.

Minggu, 02 Oktober 2016

Kawasan Indonesia Timur: Pemerintah Tidak Mampu Merealisasikan Kebijakan Un...

Kawasan Indonesia Timur: Pemerintah Tidak Mampu Merealisasikan Kebijakan Un...: > Assalamu Alaikum Wr. Wb. Sebelum saya bercerita, terlebih dahulu saya memperkenalkan diri. Nama saya Muh Akbar, umur 22 Tahun biasa ...

Pemerintah Tidak Mampu Merealisasikan Kebijakan Untuk Pengembangan Masyarakat Miskin

> Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Sebelum saya bercerita, terlebih dahulu saya memperkenalkan diri. Nama saya Muh Akbar, umur 22 Tahun biasa di panggil Black, dan di samping saya bernama Andi Akbar biasa di panggil With, kami kuliah di salah satu Universitas di Indonesia Timur khususnya di Sulawesi Selatan, MAKASSAR yaitu: Di Universitas 45 MAKASSAR yayasan Pak Andi Sose.

Awal kami masuk di Universitas 45 MAKASSAR pada tahun 2013 silang, kini kampus kami sudah berganti Nama Pada awal tahun 2014 menjadi Universitas Bosowa MAKASSAR yayasan Pak Aksa Mahmud.

Saya sebagai Mahasiswa Fakultas Ekonomi, jurusan Manajemen di Universitas Bosowa MAKASSAR, awalnya saya tertarik memilih jurusan manajemen karena ingin berwirausaha dan bisa mengembangkan perekonomian Indonesia, khususnya di bagian Indonesia Timur.

Apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat miskin selalu mendapat perhatian banyak pihak. Ini karena realita kehidupan mereka yang memang berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Masyarakat miskin selalu hidup dalam keterbatasan dan kekurangan yang berdampak pada perilaku mereka, kehidupan itu harus kita  jalani karena tidak ada pilihan lain kalau mau tetap hidup. Dengan keterbatasan dan kekurangan kita dalam memenuhi kebutuhan dasar tersebut menjadikan kita apatis dalam menyikap realita yang terjadi.

Ada fenomena menarik dalam kehidupan di kalangan masyarakat miskin bahwa pada umumnya kemiskinan tersebut muncul karena tidak antisipatifnya pemerintah ketika mengimplementasikan suatu kebijakan. Kemiskinan masyarakat yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah ini dikenal dengan kebijakan struktural. Munculnya fenomena ini berdampak pada persepsi masyarakat terhadap pemerintah yang tidak mampu menghasilkan kebijakan yang sesuai dengan aspirasi masyarakatnya.

Pertanyaannya, mengapa pemerintah tidak antisipatif terhadap dampak kebijakan tersebut? Dalam banyak hal, kebijakan yang di buat pemerintah cenderung menfokuskan pada kebijakan itu sendiri ketimbang memikirkan dampak yang ditimbulkan. Contoh lain, kebijakan industrialisasi di sebuah wilayah melahirkan implikasi lain yang jika tidak segera diantisipasi oleh pemerintah seperti munculnya masalah sosial termasuk semakin banyaknya kaum migran dan menyempitnya lahan pertanian serta semakin lebarnya disparitas wilayah. Tanpa disadari implikasi ini membawa masalah bagi masyarakat kelas bawah sehingga menjadikan kita miskin.